Senin, 06 Mei 2013

Polusi Air


Kesehatan Masyarakat
“Polusi Air Terhadap Kesehatan Manusia”
Dosen Pengampu : Murdiyanto Tri Wibowo,SKM, S.Kp







                                                Disusun Oleh :
                           MARNAAM                                      P.174.24.212.021

                                                        SAKURA /REGULER 1
                       


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN
SEMARANG
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN MAGELANG
2012/2013


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
                Dapat dibayangkan jika di dunia ini tidak ada air tentu tidak akan ada kehidupan seperti sekarang ini . Air mutlak diperlukan dalam kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Tanpa air kehidupan tidak dapat berlangsung karena air merupakan sumber segalanya.
                Dalam hal ini manusialah adalah makhluk yang sangat memerlukan dan pengguna air terbesar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena manusia merupakan komponen lingkungan alam yang bersama-sama dengan komponen alam lainnya, hidup bersama dan mengelola lingkungan dunia. Karena manusia adalah makhluk yang memiliki akal dan pikiran, peranannya dalam mengelola lingkungan sangat besar. Manusia dapat dengan mudah mengatur alam dan lingkungannya sesuai dengan yang diinginkan melalui pemanfaatan ilmu dan teknologi yang dikembangkannya. Akibat perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat, kebudayaan manusia pun berubah dimulai dari budaya hidup berpindah-pindah, kemudian hidup menetap dan mulai mengembangkan buah pikirannya yang terus berkembang sampai sekarang ini. Hasilnya berupa teknologi yang dapat membuat manusia lupa akan tugasnya dalam mengelola bumi. Sifat dan perilakunya semakin berubah dari zaman ke zaman. Sekarang ini manusia mulai bersifat boros, konsumtif dan cenderung merusak lingkungannya.
Kerusakan lingkungan diakibatkan oleh berbagai faktor, antara lain oleh pencemaran atau polusi. Pencemaran ada yang diakibatkan oleh alam, dan ada pula yang diakibatkan oleh perbuatan manusia. Pencemaran akibat alam antara lain letusan gunung berapi. Bahan-bahan yang dikeluarkan oleh gunung berapi seperti asap dan awan panas dapat mematikan tumbuhan, hewan bahkan manusia. Pencemaran akibat manusia adalah akibat dari aktivitas yang dilakukannya. Lingkungan dapat dikatakan tercemar jika dimasuki atau kemasukan bahan pencemar yang dapat mengakibatkan gangguan pada mahluk hidup yang ada didalamnya. Gangguan itu ada yang segera nampak akibatnya, dan ada pula yang baru dapat dirasakan oleh keturunan berikutnya. Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia di mulai dari meningkatnya jumlah penduduk dari abad ke abad.
Populasi manusia yang terus bertambah mengakibatkan kebutuhan manusia semakin bertambah pula, terutama kebutuhan dasar manusia seperti makanan, sandang dan perumahan. Bahan-bahan untuk kebutuhan itu semakin banyak yang diambil dari lingkungan. Disamping itu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memacu proses industrialisasi, baik di negara maju ataupun negara berkembang. Untuk memenuhi kebutahan populasi yang terus meningkatkan, harus diproduksi bahan-bahan kebutuhan dalam jumlah yang besar melalui industri. Kian hari kebutuhan-kebutuhan itu harus dipenuhi. Karena itu mendorong semakin berkembangnya industri, hal ini akan menimbulkan akibat antara lain:
1.      Sumber Daya Alam (SDA) yang diambil dari lingkungan semakin besar, baik macam maupun jumlahnya.
2.      Industri mengeluarkan limbah yang mencemari lingkungan. Populasi manusia mengeluarkan limbah juga, seperti limbah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan.
3.       Muncul bahan-bahan sintetik yang tidak alami (insektisida, obat-obatan, dan sebagainya) yang dapat meracuni lingkungan.
   Akibat selanjutnya lingkungan semakin rusak dan mengalami pencemaran atau polusi. Pencemaran/polusi lingkungan terbagi atas tiga jenis, berdasarkan tempat terjadinya, yaitu pencemaran/polusi udara, pencemaran/polusi air dan pencemaran/polusi tanah. Di Indonesia, kerusakan lingkungan akibat pencemaran udara, air dan tanah sudah sangat kritis. Pernah terjadi bencana lingkungan seperti sampah, banjir dan masih banyak lagi. Dalam makalah ini akan dibahas tentang jenis-jenis pencemaran dan penyebabnya serta solusi yang ditawarkan agar kerusakan lingkungan akibat pencemaran dapat diminimalisasi.



B.     Rumusan Masalah
Dalam penulisa makalah ini kami memaparkan masalah mengenai :
1.      Apa pengertian dari polusi air ?
2.      Apa penyebab polusi air ?
3.      Dampak yang diakibatkan oleh polusi air dan usaha untuk mengatasi dan mencegah polusi air.
C.    Tujuan
1.      Tujuan Umum
2.      Tujuan Khusus
a.       Untuk mengetahui pengertian polusi air.
b.      Untuk mengatahui dan memahami penyebab polusi air.
c.       Untuk mengetahui dan memahami dampak yang diakibatkan polusi air
d.      Untuk  mengetahui dan memahami usaha mengatasi dan mencegah polusi air.












BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian polusi air
Kita hidup dizaman serba canggih dengan kemajuan ilmu serta teknologi. Akan tetapi, dampak negative yang dihasilkan sangatlah besar, yaitu polusi yang mana merupakan peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lain yang merugikan lingkungan dari akibat aktivitas manusia atau prose alami. Serta menyebabkan polusi yang disebut polutan. Suatu hal dikatakan polutan apa bila kadar melebihi/kurang dari batas normal. Berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat.Polutan sendiri dapat berupa debu, bahan kimia, suara, panas, radiasi, makhluk hidup, dan sebagainya. Dan bila polutan berlebihan, ekosistem tidak dapat seimbang dan tidak dapat melakukan regenerasi (pembersihan sendiri).
Polusi air merupakan peristiwa masuknya zat, energi, unsur/komponen lainnya di dalam air sehingga kualitas air terganggu yang mana dapat ditandai dengan adanya perubahan bau, rasa, dan warna pada air sehingga air tidak murni lagi.
Polusi udara adalah penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan noemal, bukan dari kemurniannya. Air yang tersebar di alam tidak pernah dapat dalam bentuk murni, tetapi bukan berarti semua air sudah terpolusi. Air permukaan dan air sumur biasanya mengandung bahan-bahan metal terlarut seperti Na,Mg,Ca dan Fe. Air yang mengandung komponen-komponen tersebut dalam jumlah tinggi disebut air sadah.
Dikutip dalam Keputusan Menteri Negara Kepedudukan dan Lingkungan Hidup No.02/MENLH/I/1998, yang dimaksud dengan polusi/pencemaran air adalah masuk/dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain kedalam air/udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, kurang atau tidak dapat berfungsi lagi dengan peruntukannya.
                Air yang tidak terpolusi selalu merupakan air murni, tetapi adalah air yang tidak mengandung bahan-bahan asing tertetentu dalam jumlah melebihi batas yang ditetapkan sehingga air tersebut dapat digunakan secara normal untuk keperluan tertentu. Adaya benda-benda asing yang mengakibatkan air tersebut tidak dapat digunakan secara normal disebut polusi.
                Air yang normal sebenarnya tidak mempunyai rasa. Timbulnya rasa yang menyimpang biasanya disebabkan oleh adanya polusi, dan rasa yang menyimpang tersebut biasanya dihubungkan dengan baunya karena pengujian terhadap rasa air jarang dilakukan. Air yang mempunyai bau tidak normal juga dianggap mempunyai rasa yang tidak normal.
B.     Penyebab polusi air
Penyebab terjadinya polusi (polutan) air adalah sebagai berikut :
1.      Fosfat
Fosfat berasal dari penggunaan pupuk batan yang berlebihan dan deterjen.
2.      Nitrat dan nitrit
Kedua senyawa ini brasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan proses pembusukan materi organik.
3.      Poliklorin bifenil (PCB)
Senyawa ini berasal dari pemanfaatan bahan-bahan pelumas, plastik dan alat listrik.
4.      Residu Peptisida Organiklorin
Residu ini berasal dari penyemprtan peptisida yang tanaman untk membunuh serangga.
5.      Minyak dan Hidrokarbon
Minyak dan hirokarbon dapat berasal dari kebocoran pada roda dan kapal pengangkut minyak.
6.      Radio Nuklida
Radio nuklida atau unsure radioaktif berasal dari kebocoran tangki penyimpanan limbah radioaktif.
7.      Logam-logam berat
Logam berat berasal dari industri bahan kimia, penambangan dan bensin.
8.      Limbah pertanian
Limbah pertanian berasal dari kotoran hewan dan tempat penyimpanan makan ternak.
9.      Kotoran manusia
Kotoran manusia berasal dari saluran pembuangan tinja manusia.

C.    Sumber Polusi Air
Sumber polusi air antara lain, adalah :
1.      Limbah Industri
Limbah industri sangat potensial sebagai penyebab terjadinya pemcemaran air. Pada umumnya limbah industri mengandung limbah B3, yaitu bahan berbahaya dan beracun. Menurut PP 18 tahun 99 pasal 1, limbah B3 adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup sehingga membahayakan kesehatan sertazkelangsunganzhidupzmanusiazdanzmahlukzlainnya.
2.      Limbah Pertanian.
Pupuk dan pestisida biasa digunakan para petani untuk merawat tanamannya. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari air. Limbah pupuk mengandung fosfat yang dapat merangsang pertumbuhan gulma air seperti ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan gulma air yang tidak terkendali ini menimbulkan dampak seperti yang diakibatkan pencemaran oleh deterjen. 
3.      Limbah Rumah Tangga.
Limbah rumah tangga mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri. Contohnya sisa-sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik sepertikertas, plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit. Sampah-sampah ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri (non biodegrable). Sampah organik yang dibuang ke sungai menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen terlarut, karena sebagian besar digunakan bakteri untuk proses pembusukannya. Apabila sampah anorganik yang dibuang ke sungai, cahaya matahari dapat terhalang dan menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen. Dan deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Pada saat ini hampir setiap rumah tangga menggunakan deterjen, padahal limbah deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri.
 Ada beberapa tipe polutan yang mana dapat merusak perairan, yaitu:
1.      Mengandung bibit penyakit
2.      Butuh banyak O2 (Oksigen) untuk penguraiannya (sehingga kekurangan O2 saat proses penguraian)
3.      Bahan-bahan kimia organik dari industry
4.      Limbah pupuk pertanian
5.      Bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan)
6.      Bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan panas

D.    Ciri-Ciri Air Tercemar Polusi
Ciri-ciri air yang mengalami polusi/tercemar sangat bervariasi karena tergantung dengan jenis air dan polutan yang terkandung didalamnya. Namun cirri yang paling mudah diketahui adalah:
·         Berbau
·         Berwarna
·          Beracun
·         Berasa
E.      Sifat-Sifat Pencemaran Air
Untuk mengetahui terpolusinya air dapat diamati dengan terjadinya perubahan-perubahan antara lain :
1.      Nilai pH
Keasaman dan alkalinitas pH normal air adalah 6-8 pH. Bila terlalu rendah, maka dapat menyebabkan korosif.
2.       Suhu
Apabila suhu terlalu rendah, maka air akan terasa sejuk bahkan dingin hingga sedingin es. Begitu pula sebaliknya. Akan tetapi, air biasa selalu memiliki suhu pas di ukuran 00 celcius.
     3. Warna, bau dan rasa
a.       Warna
Air yang terpolusi biasanya berbeda dengan warna normalnya (jernih dan bening).
b.      Bau
Biasanya tergantung pada sumber air, dapat disebabkan oleh bahan kimia, tumbuhan dan hewan air baik yang hidup maupun mati (seperti bau amis dan busuk).
c.       Rasa
Air normal tidak mempunyai rasa, kecuali rasa asin pada air laut. Jumlah kandungan oksigen dalam air. Pencemaran mikroorganisme patogen Kandungan minyak Kandungan logam berat Kandungan bahan radio aktif
F.     Bahaya Yang Ditimbulkan
Bibit penyakit dari hasil polusi air mengandung zat-zat yang bersifat beracun dan bahan radioaktif yang mana dapat merugikan manusia. Kenapa? Karena polutan memerlukan banyak sekali kandungan O2, akan tetapi apabila kekurangan, maka akan terjadi perubahan warna dan pembusukan. Karena proses penguraian terhadap polutan tidak akan sempurna sehingga timbulah polusi pada air.
Permasalahan terbesar dalam polusi air adalah pembuangan sampah disembarang tempat. Misalnya: pembuangan sampah pada muara sungai, laut, atau got-got kecil rumahan. Ini bisa menimbulkan penyakit.
Contoh kejadian seperti di Jepang. Zat merkuri yang dibuang oleh sebuah industri plastik ke teluk Minamata terakumulasi dijaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsi menderita cacat atau hingga meninggal.


G.    Akibat Air Tercemar
Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air, antara lain:
1.      Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen (O­2)
2.      Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air
3.       Pendangkalan dasar perairan
4.      Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat
5.      Akibat penggunaan pastisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan maskhluk berguna terutama predator
6.      Kematian biota kuno, seperti: plankton dan lainnya bahkan burung
7.      Mutasi sel, kanker, dan leukemia
Akibat dari timbulnya air yang tercemar menurut situs wikipedia, antara lain:
1.      Dapat menyebabkan banjir
2.      Erosi
3.      Kekurangan sumber air
4.      Dapat membuat sumber penyakit
5.      Tanah longsor
6.      Dapat merusak ekosistem sungai.

H.     Usaha-usaha Mengatasi dan Mencegah Polusi Air
1. Dilarang buang sampah atau limbah ke dalam air ( sungai )
2. Hindari pemakaian obat pemberantas hama dan serangga secara berlebihan.
3. Mengelola produksi yang menghasilkan bahan buangan seminimal mungkin.
Pada musim hujan, biasanya pasti akan terjadi yang mananya banjir. Mungkin langkah-langkah dibawah ini dapat mencegah adanya banjir genangan, antara lain:
1.      Dalam perencanaan jalan- jalan lingkungan baik program pemerintah maupun swadaya masyarakat sebaiknya memilih material bahan yang menyerap air misalnya penggunaan bahan dari pavling blok (blok-blok adukan beton yang disusun dengan rongga-rongga resapan air disela-selanya).
2.      Hal yang tidak kalah pentingnya adalah penataan saluran lingkungan, pembuatannyapun harus bersamaan dengan pembuatan jalan tersebut.  Apabila di halaman pekarangan-pekarangan rumah kita masih terdapat ruang- ruang terbuka, buatlah sumur-sumur resapan air hujan sebanyak-banyaknya. Fungsi sumur resapan air ini untuk mempercepat air meresapke dalam tanah. Dengan membuat sumur resapan air tersebut, sebenarnya kita dapat memperoleh manfaat seperti berikut:
a.       Persediaan air bersih dalam tanah disekitar rumah kita cukup baik dan banyak.
b.      Tanah bekas galian sumur dapat dipergunakan untuk menimbun lahan-lahan yang rendah atau meninggikan lantai rumah.
c.       Apabila air hujan tidak tertampung oleh selokan- selokan rumah, dapat dialirkan ke sumur-sumur resapan.
3.      Jangan membuang sampah atau mengeluarkan air limbah rumah tangga (air bekas mandi, cucian dan sebagainya) ke dalam sumur resapan karena bias mencemari kandungan air tanah. Apabila air banjir masuk ke rumah menapai ketinggian 20-50 cm, satu- satunya jalan adalah meninggikan lantai rumah kita di atas ambang permukaan air banjir.
Cara lain adalah membuat tanggul di depan pintu masuk rumah kita. Cara ini sudah umum dilakukan orang, hanya saja teknisnya sering kurang terencana secara mendetail.Banyak sekali jenis penanganan pada air buangan, antara lain:
1.      Proses penanganan primer (membuang bahan-bahan padatan yang mengendap atau mengapung)
a.       Penyaringan
b.      Pengendapan (menghilangkan komponen-komponen fosfor dan padatan tersuspensi) dan pemisahan
c.       Pemindahan endapan

2.      Proses penanganan sekunder (proses dekomposisi bahan-bahan padatan secara biologi)
a.       Penyaringan trikel
b.      Lumpur aktif
c.       Proses penanganan tersier
d.      Adsorpsi (bahan-bahan organik terlarut)
e.       Elektrodoalisis (menurunkan konsentrasi garam-garam terlarut sampai pada konsentrasi air semula, sebelum digunakan)
f.       Osmosis berlawanan
g.      Khloranisasi (menghilangkan organisme penyebab penyakit)
















BAB III.
PENUTUP
A.    Kesimpulan
                Dari makalah yang saya buat yang berjudul “ Polusi Air ” dapat menarik kesimpulan, diantaranya: Polusi air adalah penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniaannya. Air yang tidak berpolusi tidak selalu merupakan air murni, tetapi adalah air yang tidak mengandung bahan-bahan asing tertentu dalam jumlah melebihi batas yang ditetapkan sehingga air tersebut dapat digunakanzsecaraznormalzuntukzkeperluanztertentu.
                Penyebab terjadinya polusi air adalah : Fosfat, Nitrat_dan_Nitrit, Poliklorin Bifenil (PCB), Residu Pestisida Organiklorin, Minyak dan Hidrokarbon, Radio_Nuklida, Logam-logam_Berat, Limbah_Pertanian, dan Kotoran_manusia. Serta sumber polusi air adalah dari limbah industri, pertanian, dan rumah tangga. Polusi air pun tidak hanya berbahaya bagi kehidupan manusia tetapi bagi kehidupan makhluk hidup lainnya pun dapat terpengaruh oleh adanya polusi air.
B.     Saran
Sekiranya pencemaran lingkungan ini adalah masalah kita bersama, untuk itu selaku insan manusia yang bertanggung jawab dan memegang teguh konsep keseimbangan alam, maka sudah sepantasnya kita menjaga dan merawat lingkungan, mulai dari lingkungan tempat tinggal kita sehingga nantinya akan tercipta lingkungan yang sehat.







DAFTAR PUSTAKA
Mahyuzir, D.Tavrir, 1989, Polusi Udara, Jakarta.
Alfian, 2001. Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan Manusia, Jakarta
Amsyah, Zulkifli 2005, Manajemen Kesehatan Manusia, Gramedia Pustaka Umum,Jakarta
Herlian,2002. Pengembangan Kesehatan manusia. Pustaka Umum,Jakarta
Sedarmayanti, 2003. Dampak Polusi Sekretaris, Mandar Maju
Bachri, Moch. 1995. Geologi Lingkungan. CV. Aksara, Malang.
Santiyono, 1994. Biologi I untuk Sekolah Menengah Umum, penerbit Erlangga
Soekarto. S. T. 1985. Penelitian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bhatara Karya Aksara, Jakarta.
Wikipedia. 2011. Pencemaran Tanah (On-line).
http://id.wikipedia.org/wiki/ pencemaran_tanah. diakses Desember 2011.
Bachri, Moch. 1995. Geologi Lingkungan. CV. Aksara, Malang.
Santiyono, 1994. Biologi I untuk Sekolah Menengah Umum, penerbit Erlangga
Soekarto. S. T. 1985. Penelitian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bhatara Karya Aksara, Jakarta.
Wikipedia. 2011. Pencemaran Tanah (On-line).
http://id.wikipedia.org/wiki/ pencemaran_tanah. diakses Desember 2011.
Wikipedia.Com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar